Saat itu, korban Ki Danu yang berada di dalam rumahnya ikut berbicara. Dia diduga menyahut dan menuduh Sanusi terus-menerus mempermasalahkan batas tanah.

"Sanusi sedang berbicara dengan si pembeli tanah, korban ngomong dari dalam rumahnya. "Naon sia teh ngucik-ngucik wae batas (apa kamu terus mempermasalahkan batas)," kata Saptaji.

Saat itu diduga Sanusi tak terima, sehingga menghampiri korban. Terjadilah perkelahian tim redaksi Sanusi dan Ki Danu.

Saptaji menambahkan, saat itu istri Sanusi ikut menghampiri dan memberi tahu anaknya, yang tak lain adalah tersangka Ayi.

Mendapat kabar ayahnya berkelahi, tersangka datang dengan amarah sambil menghunus golok hingga terjadi pembacokan tersebut.

"Istri Sanusi menghampiri keributan itu, lalu memberitahu anaknya (tersangka). Kemudian anaknya datang membawa golok, sampai terjadi kejadian itu," kata Saptaji.

Saat ini tersangka Ayi dan sejumlah saksi sudah dibawa ke Mapolres Tasikmalaya Kota. Sementara itu, jenazah korban akan menjalani autopsi untuk kepentingan penyelidikan.