Selain muktamirin dan panitia, pemerintah juga menjadi salah satu pihak yang mendapat perhatian dalam tausiyah tersebut. Para kiai berharap pemerintah bersikap netral dan tidak melakukan intervensi terhadap proses internal organisasi NU.

"Supaya NU itu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri sesuai dengan mekanisme," tegas KH Maruf Amin.

Amin menambahkan, tausiyah tersebut nantinya akan disampaikan secara luas kepada seluruh pihak yang berkepentingan dengan pelaksanaan Muktamar NU.

"Ini inti dari tausiyah, nanti agak menukik, ada juga imbauannya," pungkasnya.

4. Hasil tujuh poin seruan ke muktamirin

Usai pertemuan, KH Muhibbul Aman Aly menyampaikan tujuh poin yang menjadi perhatian dan pesan para kiai dalam menjaga proses Muktamar NU.

Pertama, Muktamar NU harus tetap menjunjung tinggi adat, akhlak karimah, serta menjaga marwah dan kehormatan jamiah.

Kedua, muktamar disebut sebagai forum permusyawaratan para kiai, ulama dan pemegang amanah jamiah. Karena itu, peserta diminta bermusyawarah dengan akal sehat, hati yang jernih dan akhlak yang mulia serta memilih pemimpin terbaik.

"Pilihlah pemimpin yang terbaik, jangan memilih pemimpin yang tidak baik. Utamakan kemaslahatan jamiah, perkuat persatuan dan hindari pertikaian," kata KH Muhib.