NADIKABAR.COM — Sungguh pilu nasib anak berusia 15 tahun yang mengungsi akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia diduga menjadi korban pemerkosaan.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena buka suara terkait kasus ini. Ia menegaskan bahwa pelaku saat ini sudah diproses hukum.
"Pelakunya sudah diproses hukum," kata Melki kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).
Korban kini sudah mendapatkan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka. Pemantauan terhadap kondisi korban juga turut dilakukan oleh aktivis perempuan.
"Dan korban sudah didampingi Pemkab Sikka dan aktivis perempuan," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi turut angkat bicara terkait kasus pemerkosaan ini. Ia menyampaikan korban telah mendapatkan pendampingan dari Kementerian PPPA dan pihak-pihak terkait.
"Untuk itu, memang sudah kita tangani dan sedang dikoordinasikan, kemudian korban juga sudah dalam pendampingan kami, jadi sudah dikoordinasikan dengan baik," kata Arifah seperti dihimpun dari keterangan resmi, Sabtu (5/9/2026).
Ia menyebutkan jumlah korban berukuran satu orang dengan usia di bawah 15 tahun. Kementerian PPPA berkolaborasi dengan berbagai pihak kini tengah mendata pengungsi lebih lanjut untuk menyiapkan tenda khusus perempuan dan anak.
"Kita kan kerjanya kolektif ya dari BNPB, Kemensos, dari Kemenko PMK yang juga langsung turun ke lapangan, sudah dipetakan bahwa tenda ini memang tenda khusus untuk perempuan dan anak. Memang ada beberapa tenda yang masih bercampur, tetapi kan ini nggak bisa langsung, butuh waktu untuk pendataan lebih lanjut," ujar dia.