NADIKABAR.COM β Neurorolog di The Ohio State University Wexner Medical Center, Nick Andresen membagikan sejumlah faktor yang bisa mengganggu pendengaran selain disebabkan usia maupun paparan suara keras.
βGangguan pendengaran tidak selalu disebabkan oleh penuaan atau paparan suara bising yang jelas. Paparan kebisingan memang salah satu penyebab yang paling dikenal, tetapi itu hanya sebagian dari gambaran keseluruhan,β kata Andresen, dikutip laporan New York Post yang siar pada Minggu (4/10) waktu setempat.
Selain suara keras, faktor seperti kebiasaan gaya hidup, seperti merokok tidak hanya meningkatkan risiko gangguan pendengaran, tetapi semakin tinggi paparan rokok juga dikaitkan dengan gangguan pendengaran yang lebih parah.
βMekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi kemungkinan melibatkan berkurangnya pasokan oksigen ke telinga bagian dalam serta kerusakan akibat bahan kimia beracun dalam asap rokok,β tutur Andresen.
Berhenti merokok dapat mengurangi atau bahkan berpotensi membalikkan sebagian risiko tersebut.
Beberapa jenis obat juga dapat berkontribusi terhadap gangguan pendengaran, seperti obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs) seperti aspirin dan ibuprofen, merupakan obat yang umum digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.