Adapun Festival Raya Tani 2026 diinisiasi oleh FAO dan UN Women, bekerja sama dengan organisasi kepemudaan PIJAR Foundation serta World Food Forum (WFF) Indonesia, dalam rangka memperingati Tahun Internasional Petani Perempuan 2026 dan Hari Pangan Sedunia.

UN Women untuk Indonesia sekaligus penghubung untuk ASEAN memandang bahwa perempuan petani memegang peranan vital dalam menopang penghidupan, menjaga keanekaragaman hayati, dan membangun ketahanan terhadap perubahan iklim.

Menurut keterangan tersebut, festival itu menjadi momentum untuk merayakan kepemimpinan dan kontribusi perempuan petani, memperkuat suara mereka, serta mendorong para pengambil kebijakan sektor publik maupun swasta untuk lebih memperhatikan dan berinvestasi dalam meningkatkan akses perempuan petani terhadap sumber daya, teknologi, dan proses pengambilan keputusan

Asisten Deputi Produksi Pangan dan Perubahan Iklim Kementerian Koordinator Bidang Pangan Fajar Nuradi mengatakan bahwa ketahanan pangan dan perubahan iklim saling berkaitan erat.

Dalam konteks tersebut, imbuh dia, penerapan climate smart agriculture menjadi sangat relevan. Peningkatan produktivitas pertanian akan sejalan dengan komitmen iklim.