“Jadi kita perlu memanfaatkan populasi pemuda ini secara efektif. Di saat yang sama, minat pemuda terhadap pertanian sedang menurun. Jadi di sinilah saya pikir kita perlu bekerja baik di tingkat kebijakan maupun di tingkat praktik,” kata Aryal.
Ia menilai salah satu faktor penting dalam menarik minat generasi muda adalah dengan memastikan sektor pertanian mampu memberikan pendapatan yang laik dan berkelanjutan.
“Jadi saya pikir ini adalah tantangan kita untuk benar-benar berpikir dan bekerja sama. Bagaimana kita bisa membawa pemuda ke sektor pertanian, bagaimana kita bisa membuatnya lebih menarik, bagaimana kita bisa mendapatkan harga yang adil bagi mereka, dan bagaimana kita bisa menjamin pembiayaannya juga,” katanya.
Ia menilai pembukaan akses pembiayaan juga menjadi penting. Hal ini dapat didorong melalui pembiayaan inovatif, keterlibatan sektor swasta, hingga peluang melalui obligasi hijau (green bonds).