NADIKABAR.COM — Penyanyi Farel Prayoga didampingi manajernya menceritkan soal tanah dengan nilai sekitar Rp 400 juta dengan bangunan dan kolam, diduga dijual oleh pihak keluarga kandung tanpa sepengetahuannya. Farel mengaku sempat tak menyangka aset hasil kerja kerasnya itu telah dijual.
Ia mengatakan awalnya mendapat informasi soal penjualan tanah tersebut dari manajer sekaligus ayah angkatnya, Muhammad Rais.
"Awalnya aku emang gak expect bakal terjual sih," kata Farel Prayoga di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2026).
Farel mengaku sempat tak percaya keluarganya menjual tanah tersebut. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, Rais berhasil mendapatkan kontak pembeli tanah itu.
Rais mendampingi Farel menghubungi pembeli secara langsung untuk mendengar penjelasan mengenai transaksi tersebut.
"Jadi aku langsung telepon, coba aku mau dengerin penjelasannya. Nah, inti dari ceritanya ya emang kejual gitu," tuturnya.
Sementara itu Rais mengatakan Farel selama ini selalu berusaha berpikir positif terhadap keluarganya. Oleh karena itu, Farel awalnya sulit mempercayai kabar penjualan aset tersebut.
"Dia itu gak gampang berpikiran negatif. Makanya kontak pembelinya saya kasih langsung dan dia bicara langsung. Tadinya dia selalu berusaha, 'Gak mungkin, gak mungkin'. Ternyata benar terjadi," ujar Rais.
Menurut Rais, persoalan aset Farel bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut sebelumnya ada sapi-sapi milik Farel yang juga dijual oleh pihak keluarga.
"Farel selalu baik gitu. Tapi ya kecewa kan akhirnya," katanya.
Rais mengatakan pihaknya kini telah meminta bantuan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas untuk menindaklanjuti persoalan aset tersebut. Farel disebut telah menyampaikan kronologi kejadian dan kondisinya kepada pihak kementerian.
"Untuk penanganannya sekarang kita udah minta bantuan hukum dari Pak Menteri Hukum. Pak Menteri sendiri sudah mulai proses, sedang diproses," jelas Rais.
Meski demikian, Rais belum bisa memastikan apakah tanah tersebut nantinya dapat kembali menjadi milik Farel. Ia mengatakan pihaknya masih menunggu proses yang sedang berjalan.
"Seperti apa kejadiannya saya belum paham ya karena sudah dalam proses. Jadi nanti mungkin hasilnya setelah proses ini berakhir," tuturnya.
Rais menegaskan pihaknya berharap tanah tersebut bisa kembali kepada Farel. Menurutnya, aset itu merupakan hasil kerja keras Farel sejak kecil dan dibutuhkan untuk masa depannya.
"Ya tentunya pasti penginlah karena kan itu emang keringatnya Farel. Keringatnya Farel yang dikumpulkan dari kecil, dari terbang dari satu kota ke kota yang lain. Tentunya kan dia membutuhkan itu untuk masa depannya masih panjang," pungkasnya.