"Kemungkinan ada dua opsi. Pertama, kita belokkan agak serong ke kanan, memakan lahan alun-alun, kemudian dikembalikan lagi ke Jalan Banceuy. Kedua, membuat underpass di bawah Masjid Agung hingga tembus ke Banceuy. Hanya saja di ujungnya bermasalah karena di kiri dan kanannya terdapat gedung cagar budaya nasional. Kita tidak bisa membongkar begitu saja," katanya.
"Kemudian alun-alun ini kita harapkan, ini masih gagasan, nanti bisa diusulkan untuk dibangun bersama Pemerintah Provinsi berupa skywalk yang terhubung ke Palaguna. Tinggal Palagunanya nanti oleh PT Jasa Sarana dibangun menjadi sesuatu. Sementara itu, ada Bioskop Dian yang juga dikelola oleh PT Jasa Sarana. Itu harus kembali menjadi tempat pertunjukan yang menghadirkan karya-karya seni khas Jawa Barat dan Kota Bandung. Di dalamnya ada semacam galeri dan tempat makan. Nanti ada pintu khusus masuk ke pendopo dengan tiket. Masyarakat bisa masuk, foto-foto, menikmati taman yang indah, dan lain-lain," tambahnya.
Namun, kata Farhan, rencana ini memerlukan waktu yang panjang. Ia pun memprediksi wacana tersebut baru bisa dijalankan pada 2028 mendatang.
"Kayaknya baru 2028, diskusinya juga baru sekarang. Malah mungkin kalau Wali Kota yang baru, 2029 kabarnya baru jadi," pungkasnya.