NADIKABAR.COM — Peserta Pilah Olah Sampah Heroes 2026, Farida Soleha, berhasil menggerakkan warganya untuk bersedekah dengan menabung sampah.

"Sosialisasi ke warga-warga sekitar di RW 7 dengan ayo melakukan gerakan nabung sampah. [Hasilnya] mau disedekah ada, mau ditabung juga ada," ujar Farida, Selasa (3/11).

Farida merupakan Ketua RT. 10, RW. 07, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Tak hanya itu, Farida juga merupakan salah satu pendiri Bank Sampah Kerabat Rawabadung (BSKRB).

Farida mengatakan bank sampah ini telah terbentuk sejak tahun 2015 dan awalnya hanya menggunakan lapak di rumah berukuran kecil atau di lahan lapangan. Kini, BSKRB sedang mengurus persuratan untuk menempati lahan milik perusahaan setempat secara permanen.

Tak hanya itu, BSKRB juga telah berkembang hingga memiliki sekitar 270 nasabah aktif dan tiga sekolah binaan. Menurut keterangan Farida, bank sampah ini mampu menampung dan mengolah sampah anorganik sebanyak 1-1,5 ton dalam waktu satu bulan.

Farida menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari ajakan dan kolaborasi bersama dengan ibu-ibu kader yang menjadi bagian dari tim bank sampah.

Ajakan tersebut disampaikan dengan memberikan dua opsi kepada warga, yakni opsi untuk menabung atau bersedekah melalui bank sampah.

"Alhamdulillah, sudah berjalan hampir 3 tahun dan sudah bermanfaat untuk sunatan massal, santunan yatim, dan Dhuafa," ungkap Farida.

Selain memberikan opsi untuk bersedekah dan menabung, Farida juga membuka strategi lainnya untuk mengajak warga berpartisipasi dalam bank sampah. Strategi tersebut hadir dalam bentuk kolaborasi dengan sebuah platform digital.

Platform digital ini mendorong warga untuk mengumpulkan sampah agar dapat ditukar dengan poin. Poin tersebut kemudian dapat ditukar dengan kebutuhan sehari-hari, seperti sembako.

Sejumlah warga yang tergabung dalam tim bank sampah juga kini memiliki kemampuan baru dalam mengolah sampah. Misalnya, membuat kostum, kerajinan rajut, hingga membuat wayang-wayang.

Sampah yang diolah pun merupakan sampah multi-layer, yakni sampah kemasan yang tersusun atas kombinasi lapisan bahan yang berbeda-beda.

"Inovasi kami seperti [membuat] produk-produk kemasan minyak goreng yang tidak semua orang melakukan pengolahan, kami melakukan pengolahan. Ini dari baju bekas yang sudah kami potong jadikan keset," terangnya.

Pahlawan lingkungan seperti Farida, yang turut menggerakkan warga sekitar untuk peduli sampah, merupakan figur yang hendak disorot dalam Pilah Olah Sampah Heroes 2026.

Program ini digelar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik untuk mengapresiasi mereka yang memiliki aksi nyata atau aktif dalam mengajak warga agar peduli terhadap sampah.

Farida menjadi satu dari total 15 peserta kategori penggerak yang masuk dalam babak verifikasi lapangan. Dari hasil verifikasi, sebanyak 10 peserta akan masuk ke tahap final pada Senin (9/11).

Pemenang Pilah Olah Sampah Heroes 2026 baru akan diumumkan pada acara penganugerahan, Selasa (10/11) mendatang. Pemberian penghargaan dilaporkan akan dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.