Faris kemudian comeback* ke industri perfilman di tahun 2025. Tak tanggung-tanggung, dirinya bermain di film *Pengepungan di Bukit Duri, karya sutradara kondang Indonesia, Joko Anwar. Di film tersebut, Faris berperan sebagai Reihan.
Setelahnya, film pertamanya pasca hiatus itu, Faris kemudian memainkan peran di film-film lain. Mulai dari Rumah untuk Alie* (2025), *Rangga & Cinta* (2025), *Romantics Anonymous* (2025) serta *The Tiger* (2025) dan film yang saat ini sedang tayang, *Ayah, Aku Mau Cerita (2026).
Faris mengaku sangat beruntung. Sebab, meskipun baru di dunia film, tapi dirinya dikelilingi orang-orang hebat di bidangnya, yang tak pernah pelit berbagi ilmu. Nama-nama seperti Ganindra Bimo, hingga karibnya, Dito Darmawan, adalah beberapa dari segudang pelakon yang kerap mendukung langkahnya.
"Jadi sebenarnya tidak terlalu gimana-gimana meskipun sebagai pendatang baru. Karena dari dulu, sudah sering diajak Abah untuk syuting," katanya.
"Culture shock juga tidak ada sebenarnya. Paling yang sangat sulit hingga saat ini, adalah menghilangkan aksen Bahasa Sunda saya. Makanya banyak retake adegan gegara Bahasa Sunda saya keluar," kelakar Faris.
Di akhir perbincangannya dengan NadiKabar, Faris sendiri mengaku jika apa yang dia raih saat ini tak lepas dari didikan sang ayah. Sebab, dua bidang yang dikuasainya saat ini, yakni pencak silat dan seni peran, dua-duanya diwariskan dari Cecep Arif Rahman.
Namun, Faris berkelakar, rasa-rasanya dirinya harus pontang-panting mencari ilmu di luar rumah, khususnya untuk bermain film. Sebab, kata Faris, Cecep irit bicara dengannya.
"Fun fact-nya adalah, ketika Abah bermain di film John Wick: Chapter 3, itu keluarga enggak ada yang dikasih tahu. Bilangnya berangkat ke Amerika Serikat karena ada seminar pencak silat katanya. Tapi pas video call, eh ternyata baru bilang bahwa di sana lagi syuting John Wick bareng Keanu Reeves dan Wa Yayan (Yayan Ruhiyan)," pungkas Faris sambil terbahak.