"Yang perlu dioptimalkan ini penyimpanan. Begitu hasil ada, kapasitas penyimpanan itu hanya ABF-nya satu ton. Kalau pas ada panenan, dua atau tiga kapal sudah mencukupi satu ton. Jadi, yang lain tidak ter-cover," katanya.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat menambah kapasitas ABF dan cold storage agar seluruh hasil tangkapan nelayan dapat tertangani dengan baik, terutama ketika produksi meningkat.

Selain fasilitas penyimpanan, kebutuhan pembaruan kapal dan alat tangkap juga menjadi perhatian nelayan.

Ia mengatakan bantuan kapal perlu disesuaikan dengan karakteristik perairan dan kebiasaan nelayan setempat yang selama ini menggunakan kapal tradisional dengan layar.

Menurutnya, bantuan kapal yang tidak sesuai dengan model dan kebutuhan nelayan berpotensi tidak dimanfaatkan secara optimal. Nelayan juga membutuhkan pembaruan kapal karena sebagian armada yang digunakan sudah berusia tua.

Alat tangkap pun perlu mendapat perhatian karena kerap mengalami kerusakan akibat kondisi cuaca maupun aktivitas kapal lain yang melintas. Dalam setahun, alat tangkap bahkan bisa diganti hingga dua kali.

Suarjana berharap pengembangan KNMP dapat terus dioptimalkan sehingga manfaat program semakin dirasakan masyarakat pesisir, baik dalam menjaga mutu hasil tangkapan, memperluas pemasaran, maupun meningkatkan pendapatan nelayan.