NADIKABAR.COM — Ganda putra sculls Febrian/La Memo mencatat hasil tak sesuai prediksi setelah tak berhasil mendapatkan medali dari final dayung Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ketika China memenangkan medali emas dari nomor ini.

Pelatih dayung Indonesia Muhammad Hadris mengatakan Febrian/Memo sebelumnya diprediksi bisa meraih medali.

"Malah bukan prediksi lagi, memang harusnya dapat medali karena akselerasi mereka juga bagus," kata Hadris di Nagaragawa, Gifu, Kamis.

Hadris mengaku belum mengetahui penyebab kedua atletnya itu gagal dalam nomor tersebut, padahal dari aspek teknis, cuaca hingga start, sudah sesuai dengan yang diarahkan.

Hadris belum sempat menanyakan kendala yang dihadapi Memo dan Febrian, sehingga berakhir di posisi keempat di bawah India, Uzbekistan dan China.

"Karena mereka kami keep dulu untuk pertandingan nanti sore. Mereka main lagi," kata Hadris.

Dalam final hari ini, Indonesia bermain pada delapan nomor, yakni ganda putra sculls, pasangan putra, womens four, tunggal putri sculls, ganda putra sculls lightweight, pasangan putri, men's quadruple sculls dan men's four.

Pada ganda putra sculls, Febrian/Memo finis di posisi keempat dengan catatan waktu enam menit 14,42 detik.

Uzbekistan dan India mendapatkan perak dan perungggu dari nomor ini.

Hasil final dayung ganda putra sculls Asian Games Aichi-Nagoya 2026:

1. Xudi Yi/Yide Nie (China) 6:09,772. Mekhrojbek Mamatkulov/Pavel Sorin (Uzbekistan) 6:10,493. Singh Satnam/Salman Khan (India) 6:13,244. Febrian/Memo (Indonesia) 6:14,425. Bakr Shihab Ahmed Al-Dulaimi/Mohammed Riyadh Jasim Al-Khafaji (Irak) 6:14,936. Taisei Miyaguchi/Masahiro Takeda (Jepang) 6:29,28