NADIKABAR.COM — Pendaki gunung biasanya mengira suhu udara akan semakin dingin seiring bertambahnya ketinggian. Namun, dalam kondisi tertentu, situasi tersebut justru bisa berbalik. Area lembah atau kaki gunung terasa lebih dingin, sementara kawasan yang lebih tinggi, termasuk punggungan dan puncak, justru memiliki suhu lebih hangat.
Fenomena tersebut dikenal sebagai temperature inversion atau inversi suhu. Kondisi ini cukup menarik karena berlawanan dengan pola suhu udara yang umumnya menurun ketika ketinggian bertambah.
Lantas, mengapa inversi suhu bisa terjadi di kawasan pegunungan?
Inversi suhu merupakan kondisi ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian dalam lapisan atmosfer tertentu. Situasi ini berbeda dari kondisi normal, ketika udara cenderung semakin dingin di tempat yang lebih tinggi.
Fenomena tersebut dapat terjadi di berbagai wilayah, termasuk kawasan pegunungan yang memiliki lembah, cekungan, atau area rendah yang dikelilingi lereng.
Dalam kondisi inversi, udara dingin terkumpul di bagian bawah, sedangkan udara yang lebih hangat berada di atasnya. Akibatnya, pendaki yang berada di area lebih tinggi terkadang bisa merasakan suhu lebih nyaman dibandingkan orang yang berada di lembah.
Mengapa inversi suhu bisa terjadi di gunung?