Salah satu penyebab utamanya adalah proses pendinginan permukaan tanah pada malam hari.

Ketika langit cerah dan angin bertiup lemah, permukaan tanah melepaskan panas yang tersimpan sepanjang siang. Udara yang bersentuhan langsung dengan permukaan tersebut kemudian ikut mendingin.

Karena udara dingin memiliki massa jenis lebih tinggi dibandingkan udara hangat, udara tersebut cenderung bergerak menuruni lereng dan berkumpul di lembah atau cekungan.

Sementara itu, udara di bagian yang lebih tinggi tidak mengalami pendinginan secepat udara di dekat permukaan lembah. Kondisi ini membuat lapisan udara hangat berada di atas lapisan udara dingin.

Fenomena tersebut dikenal sebagai cold-air pooling, yaitu penumpukan udara dingin di area rendah. Proses ini dapat membentuk atau memperkuat inversi suhu di kawasan pegunungan.

Kapan fenomena ini biasanya terjadi?

Inversi suhu lebih mudah terbentuk ketika malam berlangsung dengan langit cerah dan angin relatif tenang. Kondisi tersebut memungkinkan permukaan tanah kehilangan panas secara lebih cepat tanpa banyak gangguan pencampuran udara.