NADIKABAR.COM — Usai peristiwa kebakaran hutan, apa yang kebanyakan orang lihat adalah asap, kerusakan lahan, juga abu yang tertinggal. Padahal, ada satu bahaya yang kerap luput dari perhatian.

Setelah terjadinya karhutla, ada peningkatan kandungan arsenik di air, khususnya di sungai. Mengapa bisa demikian?

Ilmuwan dari Departemen Environmental Sciences and Engineering University of North Carolina, Jordan Willeford dan rekan-rekannya pernah menganalisis fenomena peningkatan kadar arsenik di air usai karhutla. Mereka melakukan skrining 676 penelitian dan memabaca secara utuh 105 di antaranya.

Dari analisis yang dilakukan, Willeford dkk menyimpan 20 riset yang mengukur kandungan arsenik di dalam air. Sebagian besar riset tersebut dari Kanada, Portugal, dan utara Amerika Serikat.

Selama ini, bentuk anorganik arsenik disinyalir bisa menyebabkan kanker. Paparan jangka panjang juga dikaitkan dengan diabetes dan kerusakan kulit.