NADIKABAR.COM — Festival 76 Indonesia Adalah Kita mendapat sambutan meriah dari sejumlah pengunjung di berbagai daerah. Festival ini diselenggarakan di Tangerang (3 Oktober 2026), Semarang (10 Oktober 2026), Surabaya (17 Oktober 2026), dan Bandung (24 Oktober 2026).
Kemeriahan tersebut tidak terlepas dari kehadiran sejumlah musisi ternama Tanah Air yang turut memeriahkan Festival 76 Indonesia Adalah Kita. Mulai dari Shaggydog, Jason Ranti & Dongker, for Revenge, Rebellion Rose, Tipe-X, Superman Is Dead (SID), dan Rosemary hingga sejumlah musisi lainnya tampil di berbagai kota.
Para musisi membawakan lagu-lagu andalan mereka yang membuat suasana panggung Festival 76 Indonesia Adalah Kita semakin meriah. Tak jarang, para pengunjung terlihat menikmati dan menghayati setiap lagu yang dibawakan.
Project Manager Festival 76 Indonesia Adalah Kita, Aan Zaman, mengatakan kehadiran acara tersebut tidak terlepas dari upaya membangkitkan semangat anak muda yang penuh kreativitas. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda.
"Melalui Festival 76 Indonesia Adalah Kita, kita percaya bahwa street culture bukan sekadar ekspresi, tetapi juga sebuah semangat dan ruang belajar untuk tetap menjaga persatuan, berkolaborasi, dan memupuk keberanian untuk terus bangkit," ujar Aan dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
Dia menjelaskan Festival 76 Indonesia Adalah Kita merupakan puncak dari movement 76 sepanjang tahun. Acara ini menjadi wujud komitmen 76 untuk menjadi rumah dan wadah bagi komunitas street culture di Indonesia.
"Melalui street culture, kita belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru dari berbagai latar belakang yang berbeda, kita bisa berkolaborasi, saling mendukung, bersenang-senang, dan menciptakan sesuatu yang positif bersama," tuturnya.
Festival 76 Indonesia Adalah Kita tidak hanya diisi dengan penampilan sejumlah musisi ternama. Acara ini juga melibatkan berbagai komunitas yang identik dengan anak muda, seperti skateboard, BMX, hingga mural.
Pada Festival 76 Indonesia Adalah Kita di Semarang, misalnya, sejumlah anak muda yang tergabung dalam komunitas skateboard dan BMX setempat terlihat begitu antusias mengikuti rangkaian acara tersebut.
Menggunakan sepeda BMX dan papan skateboard, mereka menunjukkan kemampuan di area festival. Sesekali, mereka memperlihatkan berbagai teknik freestyle yang menarik perhatian pengunjung.
Selain semangat kebersamaan, movement ini juga mengangkat nilai pantang menyerah. Seorang skateboarder, Indra Gatot, mengatakan acara tersebut sejalan dengan semangat anak muda untuk tidak mudah menyerah dan terus bangkit ketika mengalami kegagalan.
"Bahwa untuk menguasai sebuah trik, keberhasilan bukan ditentukan oleh seberapa sering kita jatuh, melainkan oleh seberapa banyak kita mau bangkit dan mencoba kembali sampai berhasil," kata Indra.
Sementara itu, salah satu peserta yang unjuk gigi dalam festival tersebut adalah profesional BMX rider, Maulana Arief Mutashin. Menggunakan sepeda BMX berwarna hitam, Maulana menunjukkan kemampuannya dengan berbagai trik menarik.
Bahkan, sejumlah pengunjung yang hadir dalam acara tersebut turut terpukau dan memberikan pujian atas trik yang diperagakan Maulana.
"Maulana josjis, Arif," kata seorang pengunjung bernama Abbas Rozaq.
Melalui Festival 76 Indonesia Adalah Kita, semangat kreativitas, keberanian, dan kebersamaan anak muda diharapkan terus tumbuh di tengah keberagaman Indonesia. Mulai dari musik, skateboard, BMX, hingga mural, setiap ekspresi menjadi bukti bahwa anak muda memiliki cara masing-masing untuk berkarya dan memberikan warna bagi bangsa.
Sebab, Indonesia Adalah Kita bukan sekadar sebuah tema, melainkan cerminan bahwa Indonesia dibangun oleh keberagaman, semangat gotong royong, dan kontribusi setiap individu.
Dengan saling mendukung, berkolaborasi, dan tidak mudah menyerah, anak muda dapat menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan sekaligus membawa Indonesia terus bergerak maju.