Pada koreografi, salah satu hal yang ditekankan adalah pengolahan ragam gerak yang menekankan pada ragam baku Turonggo Yakso.
Kategori Non-Turonggo Yakso juga menggunakan durasi penampilan minimal 17 menit dan maksimal 20 menit dengan alokasi persiapan tiga menit.
Jika penampilan kurang 17 menit atau melebihi 20 menit, peserta dikenai pengurangan nilai 50 poin. Iringan musik jaranan untuk kategori ini disajikan live.
Penilaian meliputi kepenarian Jaranan, Celeng dan Barongan, koreografi, penyajian dan harmonisasi, serta garap musik.
Berbeda dengan kategori umum, Festival Turonggo Yakso Bocah dan Remaja menggunakan iringan yang telah disediakan panitia. Peserta wajib memilih satu dari tiga iringan yang disediakan.
Iringan berdurasi maksimal delapan menit dan tidak diperbolehkan diubah dengan menambah atau mengurangi bagian iringan. Durasi penyajian di atas panggung juga ditetapkan delapan menit untuk kategori Bocah maupun Remaja.
Jumlah penari minimal tujuh personel, sedangkan jumlah maksimal menyesuaikan kebutuhan garapan tari dan kapasitas panggung. Penampilan hanya menampilkan Tari Jaranan tanpa menghadirkan karakter tokoh selain penari jaranan.
Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 menjadi penyelenggaraan ke-30 sekaligus masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Masuknya FJTT dalam kalender event nasional diharapkan semakin memperkuat identitas Trenggalek sebagai daerah yang memiliki kekayaan seni jaranan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, festival dirancang berlangsung selama tujuh hari, mulai 20-26 September 2026. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian jaranan di Trenggalek, maupun Indonesia.
Dengan hadirnya kategori pelajar hingga umum tingkat nasional, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 menjadi salah satu agenda budaya yang dapat menjadi ruang regenerasi sekaligus mempertemukan berbagai kelompok dan komunitas jaranan.