NADIKABAR.COM — Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2026 kembali digelar di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Festival jaranan tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-30 dan masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepekan, yakni 20-26 September 2026 di Alun-alun Kabupaten Trenggalek. Rangkaian festival menghadirkan sejumlah kategori jaranan, mulai dari tingkat pelajar hingga kategori umum tingkat nasional.
Berdasarkan panduan teknis FJTT 2026, rangkaian perlombaan terbagi dalam tiga kelompok utama, yakni Festival Jaranan Turonggo Yakso Bocah dan Remaja, Festival Jaranan Turonggo Yakso tingkat nasional, serta Festival Jaranan Non-Turonggo Yakso tingkat nasional. Berikut jadwal masing-masing kategori.
Festival Turonggo Yakso Bocah dan Remaja diperuntukkan bagi kelompok seni jaranan dari tingkat SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan ini berlangsung pada 20-22 September 2026 di Alun-alun Kabupaten Trenggalek mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Kategori peserta dibagi menjadi:
Kuota maksimal peserta masing-masing kategori sebanyak 17 kelompok.
Kategori Turonggo Yakso umum menjadi salah satu bagian utama FJTT 2026. Peserta FJTT merupakan perwakilan kelompok seni jaranan dari seluruh Indonesia.
Kategori ini dijadwalkan berlangsung pada 22-24 September 2026 di Alun-alun Kabupaten Trenggalek mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Kuota peserta maksimal 17 kelompok.
Peserta wajib memiliki Kartu Induk Kesenian daerah asal yang masih berlaku. Penampilan mencakup penari Jaranan, Celengan dan Barongan. Iringan musik jaranan juga wajib disajikan secara live.
Selain Turonggo Yakso, FJTT 2026 juga membuka kategori Jaranan Non-Turonggo Yakso tingkat nasional. Kategori ini dijadwalkan berlangsung pada 23-25 September 2026 di Alun-alun Kabupaten Trenggalek mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.
Pesertanya berasal dari grup, komunitas dan sanggar jaranan di seluruh Indonesia dengan kuota maksimal 17 peserta. Jenis jaranan yang dapat dilombakan tim redaksi lain Sentherewe, Jawa, Brung, Pegon, Thik, Buto, Jathilan, Ebeg, Jenggo, Kidalan, Kencak, Jaran Gipang dan Dhor.
Seluruh kategori utama FJTT 2026 dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Trenggalek.
Untuk kategori Turonggo Yakso Bocah dan Remaja, pelaksanaan dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB.
Sementara kategori Turonggo Yakso umum dan Non-Turonggo Yakso tingkat nasional juga digelar pada malam hari dengan jadwal masing-masing.
Pendaftaran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 untuk kategori pelajar maupun umum dibuka pada 15 Agustus-5 September 2026.
Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui formulir yang telah disediakan panitia. Peserta juga dapat melakukan pendaftaran secara luring dengan datang langsung ke Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek di Jalan Brigjen Soetran No. 9 Trenggalek.
Untuk kategori Turonggo Yakso dan Non-Turonggo Yakso tingkat nasional, ketentuan pendaftaran juga mencantumkan periode yang sama, yakni 15 Agustus 2026-5 September 2026.
Pada kategori Turonggo Yakso tingkat nasional, peserta menampilkan kesenian Jaranan Turonggo Yakso dengan unsur pokok penari Jaranan, Celengan dan Barongan.
Durasi penampilan ditetapkan minimal 17 menit dan maksimal 20 menit, dengan alokasi waktu persiapan selama tiga menit.
Peserta yang tampil kurang dari 17 menit atau lebih dari 20 menit akan dikenai pengurangan nilai 50 poin.
Penilaian mencakup kepenarian Jaranan, Celeng dan Barongan, koreografi, penyajian dan harmonisasi, serta garap musik.
Pada koreografi, salah satu hal yang ditekankan adalah pengolahan ragam gerak yang menekankan pada ragam baku Turonggo Yakso.
Kategori Non-Turonggo Yakso juga menggunakan durasi penampilan minimal 17 menit dan maksimal 20 menit dengan alokasi persiapan tiga menit.
Jika penampilan kurang 17 menit atau melebihi 20 menit, peserta dikenai pengurangan nilai 50 poin. Iringan musik jaranan untuk kategori ini disajikan live.
Penilaian meliputi kepenarian Jaranan, Celeng dan Barongan, koreografi, penyajian dan harmonisasi, serta garap musik.
Berbeda dengan kategori umum, Festival Turonggo Yakso Bocah dan Remaja menggunakan iringan yang telah disediakan panitia. Peserta wajib memilih satu dari tiga iringan yang disediakan.
Iringan berdurasi maksimal delapan menit dan tidak diperbolehkan diubah dengan menambah atau mengurangi bagian iringan. Durasi penyajian di atas panggung juga ditetapkan delapan menit untuk kategori Bocah maupun Remaja.
Jumlah penari minimal tujuh personel, sedangkan jumlah maksimal menyesuaikan kebutuhan garapan tari dan kapasitas panggung. Penampilan hanya menampilkan Tari Jaranan tanpa menghadirkan karakter tokoh selain penari jaranan.
Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 menjadi penyelenggaraan ke-30 sekaligus masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Masuknya FJTT dalam kalender event nasional diharapkan semakin memperkuat identitas Trenggalek sebagai daerah yang memiliki kekayaan seni jaranan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, festival dirancang berlangsung selama tujuh hari, mulai 20-26 September 2026. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian jaranan di Trenggalek, maupun Indonesia.
Dengan hadirnya kategori pelajar hingga umum tingkat nasional, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 menjadi salah satu agenda budaya yang dapat menjadi ruang regenerasi sekaligus mempertemukan berbagai kelompok dan komunitas jaranan.