"Semoga Festival Negeri Kami menjadi contoh yang baik bagi Indonesia. Selama niatnya baik, insya Allah semua tercapai," tutup Atta.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Ahmad Mahendra yang membuka gelaran FNK menuturkan baru tiba di Jakarta menjelang Subuh setelah menempuh perjalanan darat sekitar tujuh jam dari Solo demi menghadiri pembukaan FNK.

"Ini menunjukkan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus mendukung setiap upaya memajukan kebudayaan, termasuk Festival Negeri Kami," kata Mahendra.

Ia menilai FNK sebagai terobosan. Selain menghibur, acara itu juga diharapkan mampu mengedukasi masyarakat soal keragaman tanah air.

"Biasanya hanya sebagian provinsi yang tampil. Sekarang 38 provinsi hadir bersama. Pawai seperti ini juga mendidik, karena membiasakan masyarakat menyaksikan keragaman Indonesia," ujarnya.

Ia menegaskan, pemajuan kebudayaan dijamin Pasal 32 UUD 1945 dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Indonesia tercatat memiliki 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, 29.304 objek pemajuan kebudayaan, dan 3.277 warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan.

"Bahasa daerah kita mewakili sekitar 10 persen bahasa di dunia. Dengan kekayaan sebesar ini, Indonesia bukan lagi diversity, melainkan mega diversity," kata Mahendra.

Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, kini menaruh perhatian khusus pada TMII sebagai miniatur Indonesia, termasuk pembaruan anjungan bagi provinsi-provinsi baru.