NADIKABAR.COM — 81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kediri turut diramaikan melalui Festival Omah Sawah. Tak hanya menyuguhkan beragam perlombaan tradisional dan pertunjukan seni, kegiatan yang berlangsung pada 17-29 Agustus 2026 ini juga menjadi ruang bagi UMKM warga untuk ikut menggerakkan perekonomian.

Ketua Pelaksana Festival Omah Sawah, Heru Wijaya, mengatakan Festival Omah Sawah telah digelar sejak 2015. Setiap Agustus, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi sekaligus merayakan kemerdekaan.

"Festival Omah Sawah ini sudah kami gelar sejak 2015. Setiap bulan Agustus, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi dan merayakan kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang dekat dengan warga," kata Heru kepada NadiKabar, Sabtu (22/8/2026).

Festival yang berlangsung selama hampir dua pekan itu menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Di antaranya lomba tangkap belut, tangkap bebek, panjat pinang, balap karung, tenis meja, catur, dagongan, egrang, terompah panjang, mancing, tarik tambang hingga lomba memasak antar-kelurahan.

Tak hanya itu, masyarakat juga disuguhi pertunjukan kesenian jaranan yang melibatkan ratusan pelaku seni serta hiburan rakyat.

Di tengah kemeriahan tersebut, stand UMKM menjadi salah satu bagian yang turut mendapat perhatian. Kehadiran stand memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk menawarkan sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung Festival Omah Sawah.

Heru mengatakan, keberadaan UMKM sengaja menjadi bagian dari festival agar kegiatan tersebut tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa dampak ekonomi.

"Festival ini bukan hanya soal lomba dan hiburan. Kami juga ingin memberikan dampak ekonomi kepada warga. Dengan adanya stand UMKM, masyarakat bisa berjualan, memperkenalkan produknya dan mendapatkan tambahan penghasilan," jelasnya.

Menurutnya, ramainya masyarakat yang datang selama rangkaian kegiatan menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan. Produk-produk warga pun dapat lebih dikenal oleh masyarakat yang hadir.

Selain menggerakkan ekonomi, Festival Omah Sawah juga menjadi ruang pelestarian budaya dan kebersamaan masyarakat. Warga dapat terlibat secara langsung, baik sebagai peserta lomba, pelaku seni maupun pelaku usaha.

Festival Omah Sawah juga memiliki catatan tersendiri dalam perjalanan Vinanda Prameswati. Jauh sebelum menjabat sebagai Wali Kota Kediri, Vinanda disebut telah sering hadir dan bersilaturahmi dengan masyarakat melalui momentum Festival Omah Sawah setiap Agustus.

"Jauh sebelum menjadi Wali Kota Kediri, Mbak Vinanda sudah sering hadir dan bersilaturahmi dengan warga melalui momentum Festival Omah Sawah ini," ujarnya.

Heru berharap Festival Omah Sawah dapat terus menjadi kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kami ingin Festival Omah Sawah menjadi kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ada kebersamaan, ada pelestarian budaya, sekaligus ada perputaran ekonomi warga," pungkasnya.