NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan resmi membuka Festival Palang Pintu XVII di Kemang, Jakarta Selatan. Festival ini menghadirkan beragam budaya Betawi hingga melibatkan ratusan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Festival ini resmi dibuka oleh Sekretaris Kota (Sekko) Jaksel, Mukhlisin, pada Sabtu (3/10/2026). Gelaran ini berlangsung di sepanjang Jalan Kemang Raya pada 3-4 Oktober 2026.
Beragam tradisi budaya khas Betawi, mulai dari atraksi pencak silat, parade jawara Betawi, tarian tradisional, arak-arakan ondel-ondel, hingga iring-iringan mempelai pengantin adat Betawi ditampilkan dalam gelaran ini.
Pemkot Jakarta Selatan menyatakan akan selalu dukungan penuh terhadap terselenggaranya Festival Palang Pintu yang kini telah memasuki edisi ke-17.
"Kegiatan hari ini kita dalam rangka Palang Pintu yang ke-17 ya di Kemang. Ini agenda rutin tahunan, ini yang ke-17 kali," ujar Mukhlisin kepada wartawan di lokasi acara.
"Kami sangat mendukung ya, karena memang ini bagian dari menyongsong 5 abad juga, karena ini ada gelar budaya juga, dan samping itu ini dalam rangka peningkatan ekonomi ya, baik dari ekonomi kreatif semua, dari masyarakat di bawah semua kita dari sini kita dukung perekonomian supaya perekonomian terus meningkat," sambungnya.
Melalui gelaran ini, Mukhlisin meyakini geliat roda perekonomian lokal di wilayah Jakarta Selatan dapat terus bergerak positif. Hingga nantinya memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Akan berputar dengan baik," tegas Mukhlisin saat ditanya mengenai perputaran roda ekonomi daerah.
Dia pun berharap festival semacam ini mampu mengangkat potensi produk-produk usaha rumahan agar semakin dikenal luas dan berdaya saing tinggi.
"Harapannya peningkatan perekonomian terus berkembang dan lebih maju lagi, terutama dengan produk-produk rumahan kita nih yang di sini banyak diangkat ya," tutur Mukhlisin.
"Alhamdulillah, dari tahun ke tahun gelar budaya di Palang Pintu di Kemang ini cukup ramai," lanjutnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Festival Palang Pintu Edy Mulyadi mengungkapkan bahwa perhelatan ke-17 tahun ini membawa terobosan baru pada gerakan perubahan, reformasi pola kerja profesional, serta regenerasi kepengurusan yang melibatkan generasi muda.
"Sekarang ini kami melakukan gerakan perubahan, reformasi, dan regenerasi. Bagaimana Festival Palang Pintu hari ini kami menguatkan kekuatan Palang Pintunya," jelas Edy.
"Dan yang hari ini yang kami lakukan adalah regenerasi. Jadi konsep ini lebih banyak dilakukan oleh kaum Gen Z. Hari ini alhamdulillah, tenan-tenan yang ada ini pola yang dilakukan oleh kaum Gen Z kami libatkan secara menyeluruh," tambah Edy.
Edy membeberkan, sebanyak 250 stan UMKM turut memadati area festival, mulai dari sajian aneka kuliner kreatif hingga produk busana dan kriya.
"Ada 250 UMKM. Dan itu kami lakukan dengan pola sistematis. Sehingga apa, kami membuktikan bahwa bikin event itu adalah sesuatu yang mudah dan gampang kalau kita mempunyai konsep, punya tim yang solid, dan mempunyai perangkatnya, dan kita ikat dalam sistem, mereka bekerja dengan masing-masing," pungkas Edy.