NADIKABAR.COM — Legenda bola basket Indonesia Fictor Gideon Roring menilai jumlah pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian perlu ditambah agar pemain lokal memperoleh menit bermain lebih banyak, sekaligus mendukung kebutuhan timnas putra Indonesia secara berkelanjutan.

Menurut dia, penambahan jumlah laga tersebut dapat menjadi solusi untuk mengatasi persoalan kesempatan bermain pemain lokal di kompetisi profesional Indonesia yakni IBL.

"Kalau IBL All-Indonesian itu 25 atau 30 gim, selesai masalah menit bermain bagi pemain lokal," kata Fictor dalam diskusi bertema "Satu Ekosistem Bola Basket Indonesia: Pembinaan, Liga, Industri, dan Prestasi" yang diselenggarakan komunitas Jurnalis Suka dan Peduli Olahraga (Jusraga) di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan saat ini IBL All Indonesian yang khusus memainkan pemain lokal baru memberikan kesempatan kepada pemain untuk tampil dalam lima atau enam pertandingan hingga ke babak final. Jumlah tersebut belum cukup meningkatkan pengalaman bertanding pemain lokal, khususnya mereka yang minim menit bermain bersama klubnya di IBL.

Lebih lanjut dia menjelaskan penambahan pertandingan akan membuat pemain lokal lebih sering berada di lapangan, sehingga manfaatnya dirasakan klub dan tim nasional. Pemain muda yang jarang tampil di klub, juga akan memiliki ruang lebih besar guna menjaga kemampuan kompetitifnya.

Mantan pelatih timnas bola basket Indonesia itu menilai pembinaan pemain tidak boleh berhenti ketika atlet memasuki level profesional. Pembinaan tetap diperlukan di klub agar kemampuan fundamental dan perkembangan pemain terus terjaga secara lebih konsisten.

Selain memperbanyak pertandingan lokal, dia turut mendukung keberadaan pemain asing dalam kompetisi nasional. Bagi legenda Satria Muda dan timnas bola basket Indonesia tersebut, pemain asing tetap diperlukan sebagai bagian ekosistem dan dapat menjadi pendamping bagi pemain lokal meningkatkan kualitas permainan.

Pria yang kerap disapa Coach Ito itu menambahkan, pembinaan harus dilakukan berkelanjutan mulai dari level usia muda hingga profesional. Dengan demikian, kompetisi domestik dapat menjadi ruang pengembangan pemain sekaligus menopang kebutuhan tim nasional dalam jangka panjang.