NADIKABAR.COM — Mantan pemain Newcastle United, Nolberto Solano, sedang berada di Jakarta untuk ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Fans Premier League ada yang ingat dia?

Solano kini berstatus Pelatih Pakistan, jabatan yang sudah diembannya sekitar satu tahun lebih sejak pertengahan 2025. Tim asuhannya turut tampil sebagai peserta FIFA ASEAN Cup sebagai tim undangan.

Menyandang nama besar sebagai pemain yang cukup dikenal dari masa era bermainnya, Solano beralih profesi menjadi pelatih sejak 2012. Dari menukangi klub-klub Peru, hingga klub-klub lower league di Swedia dan Kanada, Solano memutuskan mengambil tantangan menangani Timnas Pakistan sejak pertengahan tahun lalu.

Pria yang menjadi pemain asal Peru pertama di Premier League itu memikul tanggung jawab besar; mengangkat sepakbola Pakistan yang terbilang tidak diperhitungkan, ke level yang lebih baik. Dengan kiprah kepelatihannya yang tidak begitu mentereng, tugas dari Federasi Sepakbola Pakistan (PFF) terasa begitu menantang.

Ditambah lagi, situasi sepakbola Pakistan saat ini sedang dalam titik terendah; PFF berkali-kali kena banned FIFA pada 2017, 2021, dan 2025, tidak menggelar kompetisi profesional sejak 2021, hingga minimnya fasilitas yang layak. Ketiadaan kompetisi membuat Solano tidak punya banyak pilihan untuk memanggil pemain.

Mengombinasikan para pemain amatir dari dalam negeri dan diaspora pun menjadi cara Solano membentuk tim. Skuad Pakistan yang dibawa ke FIFA ASEAN Cup terdiri dari 15 pemain abroad, tujuh pemain lokal amatir, dan satu pemain free agent.

Seperti kebanyakan negara-negara konflik Asia, banyak warga Pakistan yang bermigrasi ke Skandinavia. Di sana lah banyak bermukin pemain-pemain berdarah Pakistan yang dipanggil 'pulang' untuk membela tanah leluhur.

Ada lima pemain Pakistan yang dipanggil dari Denmark, Swedia, dan Finlandia. Para pemain abroad lainnya berkarier di liga-liga semenjana Asia Selatan seperti Bangladesh, Bhutan, hingga Maladewa, namun ada juga yang bermain kompetisi Azerbaijan dan kompetisi level bawah Australia.

"Saya memahami situasi sulit yang dihadapi sepakbola Pakistan ketika saya mendapat tawaran ini. Saat ini kami tidak ada liga profesional seperti yang dimiliki Malaysia, Filipina, Vietnam. Negara-negara itu punya liga profesional," kata Solano saat ditemui di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

"Situasi ini jelas menyulitkan bagi talenta-talenta muda yang ingin bermain di Pakistan. Ini situasi yang membuat frustrasi, tapi saya sudah mengetahui sebelum menerima pinangan Pakistan," ujarnya menambahkan.

"Untungnya masih ada beberapa pemain diaspora, yang bukan cuma dari Skandinavia, ada juga yang dari Inggris. Jadi kami memanggil mereka. Karena jika kamu pemain amatir, akan sulit bermain di sepakbola level ini (FIFA ASEAN Cup)," katanya menjelaskan.

Sebelum tampil di FIFA ASEAN Cup, Pakistan lebih banyak menggelar uji coba melawan tim tetangga seperti Afghanistan, Bangladesh, dan Maladewa. Sementara di ajang resmi yakni Kualifikasi Piala Asia 2027, Pakistan babak belur saat jumpa Suriah, Myanmar, dan Afghanistan.

Diundang ke FIFA ASEAN Cup menjadi kesempatan besar bagi Pakistan untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional. Pada laga pertama, Pakistan kalah telak 0-4 dari Thailand, kemudian secara mengejutkan menahan Filipina 2-2 setelah sempat tertinggal 0-2.

"Turnamen ini penyelenggaraannya sangat fantastis buat kami, mereka memperlakukan kami dengan baik sejak hari pertama. Mereka sangat memperhatikan tim-tim peserta, akomodasinya juga baik. Saya sangat terkesan," tutur Solano.

"Kami merasa sangat beruntung bisa ambil bagian di turnamen ini. Kami akan mendapat pengalaman berharga yang akan menjadi modal di masa depan," ucapnya.

Solano berharap kiprah timnya tidak selesai di fase grup. Ia ingin setidaknya Pakistan masih bisa mendapatkan kesempatan untuk memperebutkan posisi ke-3.

Saat ini Pakistan menempati posisi buncit Grup B dengan raihan satu poin. Secara matematis, Pakistan masih bisa mengakhiri grup sebagai runner-up untuk melaju ke babak perebutan posisi ke-3.

Namun angan-angan itu harus melalui jalan terjal, sebab lawan terakhir mereka adalah Vietnam. Pakistan akan jumpa Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (2/10).

"Menghadapi Vietnam akan menjadi laga berat lainnya, apalagi Vietnam dan tim-tim lain (Grup B) masih punya kesempatan meraih posisi ke-3. Kami sudah menghadapi Thailand, Filipina, dan selanjutnya Vietnam. Mereka semua punya gaya permainan yang mirip," kata Solano.

"Kami belum mau pulang ke Pakistan. Kami berharap masih bisa terus lanjut sampai akhir turnamen. Jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi," ujarnya.