Otoritas setempat memutuskan pengajaran kelas tatap muka pun dibatalkan hingga 21 September 2026.

Departemen Pendidikan mengatakan akan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menyelidiki kejadian.

"Prioritas utama kami adalah keamanan dan keselamatan para pelajar, guru, dan awak sekolah. Kami berkoordinasi erat dengan Dinas Sekolah, Dinas Provinsi, pemerintah setempat dan penegak hukum untuk menyelidiki kejadian itu dan menyediakan bantuan yang diperlukan," kata Departemen Pendidikan.

Pihaknya juga akan memberikan layanan konseling psikologi dan dukungan psikososial kepada para korban.