"Aku bilang sama Allah, 'Ya Allah, kan kita belum punya anak, gimana tuaku nanti? Siapa yang ngurus? Siapa yang jagain aku sama suamiku?' Aku bilang gitu. Karena aku juga bingung," tuturnya.
"Aku akhirnya berserah, 'Tolong jaga aku sama suamiku ketika aku nanti udah tua-tua.' Dan bersyukur akhirnya Allah menjawab doaku dengan aku tinggalnya didekatkan di sana dan akhirnya lebih banyak beribadah juga kalau aku di sana," lanjut Fitri.
Alih-alih memaksakan diri untuk memiliki anak, Fitri kini menikmati perannya sebagai tante bagi keponakan-keponakannya.
Ia bersyukur memiliki banyak keponakan yang bisa menjadi bagian dari kehidupan dirinya dan sang suami.
"Ngurusin ponakan-ponakan. Iya, karena ponakan-ponakanku alhamdulillah banyak. Dari suamiku aja, dia cuma berdua dalam sekeluarga, adik-kakak cuma berdua. Tapi adiknya suamiku bisa langsung lima," kata Fitri sambil tertawa.
"Jadi bersyukur banget, diwakilin. Makanya dari situ kita ngurus ponakan-ponakan kita. Aku juga alhamdulillah dari Mbak Nini, dari Mbak Wiwie, dari kakakku yang di Kalimantan, itu juga masih kecil-kecil," sambungnya.