NADIKABAR.COM — Penyanyi Fitri Carlina bicara soal keputusannya untuk berdamai dengan keadaan terkait persoalan momongan. Ia mengaku sudah mengetahui adanya risiko kesehatan yang cukup besar apabila dirinya memaksakan diri untuk memiliki anak.
Fitri Carlina mengatakan dirinya dan suami telah berkonsultasi dengan dokter ahli. Dari hasil konsultasi tersebut, kehamilan disebut dapat membawa risiko serius bagi dirinya, bahkan menyangkut nyawa.
"Sudah mulai berdamai karena memang ada masalah kesehatan di aku. Jadi kita sudah sampai ke dokter ahli juga. Ya intinya, kalau aku meneruskan dan aku punya, risikonya lebih besar. Risikonya bahkan nyawa juga," kata Fitri Carlina di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Kondisi tersebut membuat sang suami meminta Fitri untuk tidak lagi menjadikan persoalan momongan sebagai beban dalam kehidupan mereka.
"Dan akhirnya suamiku yang, 'Udah-udah nggak usah dipikirin. Udah nggak usah diobrolin lagi. Udah nikmatin aja. Nggak usah jadi beban,'" tuturnya.
Fitri mengatakan sang suami juga mengajaknya untuk tetap menikmati kehidupan berdua. Bagi mereka, kehadiran anak nantinya merupakan sebuah bonus, bukan sesuatu yang harus menjadi beban dalam rumah tangga.
"Bahkan suami aku bilang, 'Kita gini-gini aja ya bahagia. Nggak kekurangan apa-apa.' Jadi kalau memang ada itu bonus, tapi kalaupun nggak pun, kita bisa ngelakuin hal-hal yang belum pernah kita lakuin sebelumnya," ujar Fitri.
Menurut Fitri, masih banyak hal yang bisa mereka lakukan bersama, termasuk berbakti kepada orang tua dan menjaga keluarga.
"Masih bisa berbakti juga sama orang tua, ngejagain orang tua. Jadi itu yang aku syukuri," sambungnya.
Fitri Carlina tak menampik dirinya pernah merasakan keterpurukan dan rasa bersalah karena belum memiliki anak. Namun, ia merasa fase tersebut kini sudah berhasil dilewati.
"Kalau rasa bersalah, itu udah. Udah seringlah! Udah kenyang, hehehe. Maksudnya itu udah lewat, masa itu tuh udah lewat. Gimana aku terpuruknya, gimana aku berjuangnya, gimana aku merasa bersalahnya, itu udah lewat," kata Fitri.
Ia justru bersyukur memiliki suami yang terus mendampinginya. Menurut Fitri, berbagai ujian yang mereka lalui justru membuatnya semakin dekat dengan Tuhan.
"Karena aku bersyukur banget sama suami. Mungkin apa yang kita jalani, ujian-ujian yang menimpa kita, ternyata Allah ngasih kadonya sekarang. Akhirnya aku bisa dekat dengan Baitullah, aku dekat sama Allah," ujarnya.
Fitri mengaku sempat memikirkan masa tuanya bersama sang suami. Ia kemudian memilih berserah diri dan meminta kepada Allah agar diberikan penjagaan di masa tua.
"Aku bilang sama Allah, 'Ya Allah, kan kita belum punya anak, gimana tuaku nanti? Siapa yang ngurus? Siapa yang jagain aku sama suamiku?' Aku bilang gitu. Karena aku juga bingung," tuturnya.
"Aku akhirnya berserah, 'Tolong jaga aku sama suamiku ketika aku nanti udah tua-tua.' Dan bersyukur akhirnya Allah menjawab doaku dengan aku tinggalnya didekatkan di sana dan akhirnya lebih banyak beribadah juga kalau aku di sana," lanjut Fitri.
Alih-alih memaksakan diri untuk memiliki anak, Fitri kini menikmati perannya sebagai tante bagi keponakan-keponakannya.
Ia bersyukur memiliki banyak keponakan yang bisa menjadi bagian dari kehidupan dirinya dan sang suami.
"Ngurusin ponakan-ponakan. Iya, karena ponakan-ponakanku alhamdulillah banyak. Dari suamiku aja, dia cuma berdua dalam sekeluarga, adik-kakak cuma berdua. Tapi adiknya suamiku bisa langsung lima," kata Fitri sambil tertawa.
"Jadi bersyukur banget, diwakilin. Makanya dari situ kita ngurus ponakan-ponakan kita. Aku juga alhamdulillah dari Mbak Nini, dari Mbak Wiwie, dari kakakku yang di Kalimantan, itu juga masih kecil-kecil," sambungnya.