NADIKABAR.COM — Perajin tahu dan tempe mengeluhkan harga kedelai yang terus meningkat. Harga kedelai yang sebelumnya berada di kisaran Rp 9.500/kg kini disebut telah mencapai sekitar Rp 11.600/kg.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut salah satu penyebab tingginya harga kedelai adalah produksi dalam negeri yang belum mencukupi kebutuhan. Plt Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Gunawan mengatakan keterbatasan produksi domestik membuat pasokan kedelai belum mampu memenuhi kebutuhan, sehingga turut mendorong harga.

"Salah satu penyebab adalah ketersediaan produksi kedelai dalam negeri masih kurang untuk memenuhi kebutuhan, sehingga menyebabkan harga kedelai menjadi tinggi," kata Gunawan, kepada NadiKabar, Sabtu (3/10/2026).

Untuk meningkatkan produksi, Kementan memberikan bantuan benih kedelai untuk lahan seluas 50.000 hektare pada tahun ini. Bantuan tersebut diberikan sebagai stimulan untuk membantu biaya produksi yang dikeluarkan petani dalam membudidayakan kedelai. Dari lahan 50.000 hektare itu, produksi kedelai diharapkan mencapai sekitar 50.000 ton.

"Namun, jika ditambahkan dengan bantuan saprodi selain benih, yaitu bantuan pupuk dan pestisida, diharapkan produksi kedelai akan tercapai lebih dari 75 ribu ton," ujarnya.