Hasan menjelaskan bahwa produksi tempe yang baru berjalan kurang lebih dua bulan tersebut masih terus disempurnakan dan hasilnya kini sudah bisa dinikmati oleh para santri.

"Kalau sekarang memang belum bisa memenuhi kebutuhan bagi semua santri, karena kapasitas produksi yang belum banyak. Apalagi santri di Al Fatah mencapai 20 ribuan," ujarnya.

Hasan yang juga tenaga pendidik di Ponpes Al Fatah itu mengaku untuk dapat memenuhi kebutuhan santri, produksi tempe harus ditingkatkan tiga sampai lima kali lipat dan itu akan diupayakan seiring berjalannya waktu.

Hasan mengatakan bahwa peran FKS Group begitu besar, karena mereka memberikan pelatihan dan juga alat produksi tempe yang lebih memiliki nilai gizi serta higenis.