Sementara itu, mitra dari FKS Foundation Ari Handoko mengatakan bahwa dipilihnya tempe untuk memenuhi kebutuhan protein nabati santri Al Fatah ini dikarenakan tempe menjadi salah satu menu favorit di pesantren.
Untuk itu, pihaknya mencoba menjembatani antara FKS dan Ponpes Al Fatah agar bisa memproduksi tempe sendiri. Selain itu kolaborasi ini juga diharapkan dapat memberikan bekal kepada para santri untuk menjadi enterpreneur.
"Dibangunnya pabrik tempe di pesantren ini diharapkan dapat memberdayakan ekonomi. Selain itu bisa mengurangi kos belanja pesantren," katanya.
Ari mengatakan, selain memberikan ilmu terkait pembuatan tempe yang baik, Al Fatah dan FKS ke depannya juga akan bersinergi dalam budi daya kedelai sehingga kebutuhan protein nabati dapat dipenuhi dari hulu hingga hilir.