Para santri kata Beatrice dibekali dengan pelatihan dalam memproduksi tempe higienis serta produk turunannya. Produk tersebut nantinya dapat digunakan untuk memenuhi protein nabati bagi para santri dan juga bisa dikembangkan ke arah komersial.
"Jadi hasil produksi ini dipakai untuk memenuhi kebutuhan para santri secara mandiri, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan," ujarnya.
Beatrice menambahkan, selain di Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan, program serupa juga dikembangkan di sejumlah pesantren di antaranya Ponpes Al Anwar II, Rembang, Ponpes Lirboyo, Ponpes Al Falah Banyuwangi, Ponpes Al Anwar I, serta Al-Kautsar Al-Akbar Medan.
Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan bukan hanya pada produksi tempe, namun FKS Empower juga mendorong kreativitas dan juga inovasi para santri melalui pengembangan berbagai produk olahan berbahan dasar tempe, seperti nugget tempe, rolade tempe, dan juga produk olahan lainnya.