Menghadapi kondisi tersebut, dr. Nastiti menekankan pentingnya antisipasi ke depan pasca paparan kronik asap karhutla pada anak.
"Diperlukan monitoring ketat jangka panjang terhadap anak yang terdampak," ujarnya.
Ia merinci empat langkah antisipasi yang harus dilakukan. Pertama, pantau tumbuh kembang anak dengan mengukur tinggi dan berat badan secara berkala serta mewaspadai keterlambatan perkembangan. Kedua, pantau pernapasan dengan memonitor batuk atau mengi berulang, menilai kontrol asma, serta melakukan spirometri atau uji fungsi paru bila memungkinkan.
Ketiga, tingkatkan pencegahan melalui imunisasi lengkap, nutrisi yang baik, rumah bebas asap rokok, dan penerapan PHBS. Keempat, lakukan advokasi lingkungan melalui pemantauan udara, penyediaan ruang bersih di sekolah, dan pencegahan karhutla.
Menurutnya, melindungi anak dari dampak karhutla berarti melindungi generasi pemimpin masa depan. "Lindungi generasi pemimpin masa depan. Anak-anak kita adalah 'Their Name Is Today'βmereka berhak mendapatkan masa kanak-kanak yang sehat, bukan korban dari udara yang beracun," tambahnya.