Penandatanganan MoU itu menjadi langkah strategis menuju pengembangan bersama kekayaan intelektual dan komersialisasi teknologi baterai solid-state generasi terbaru. Kesepakatan tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi industri strategis antara Indonesia dan Eropa.

Pada sesi penutupan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani memaparkan upaya berkelanjutan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan iklim investasi, memperkuat regulasi nasional, serta memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi investor internasional.

Selain diskusi panel, forum tersebut juga memfasilitasi pertemuan bisnis secara langsung (one-on-one) antara perusahaan Indonesia dan Eropa untuk menjajaki peluang kemitraan konkret.

Para peserta juga disuguhi pertunjukan seni dan budaya Indonesia, termasuk tari tradisional Bali dan musik gamelan, serta beragam kuliner Nusantara yang memperkenalkan kekayaan warisan budaya Indonesia di Brussel.

Secara keseluruhan, Indonesia–EU Business Forum 2026 menegaskan ambisi bersama Indonesia dan Uni Eropa untuk menindaklanjuti momentum IEU-CEPA melalui realisasi investasi konkret, penguatan kemitraan dunia usaha, serta penciptaan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi kedua pihak.