NADIKABAR.COM — Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mengedukasi orang tua siswa soal penanganan dan pemanfaatan sampah, bank sampah, dan gemar menabung mandiri di lingkungan keluarga.

"Kegiatan menyasar orang tua murid di Aula SMPN 138 Jakarta, Kelurahan Pulogebang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mengenai pemilahan dan pemanfaatan sampah sejak dari lingkungan keluarga," kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Menurut Kusmanto, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan kepada anak, termasuk mengenai kepedulian terhadap lingkungan.

Edukasi tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada anak-anak sehingga menjadi kebiasaan baik di rumah maupun di sekolah.

"Kami mengharapkan dengan adanya edukasi pilah sampah kepada orang tua, mereka dapat mendidik anak-anak untuk mengenali sampah organik dan anorganik," ujarnya.

Pemilahan sampah tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi keluarga apabila sampah dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.

"Kita harapkan anak-anak sudah mengenali dan bisa mempraktikkan pemilahan sampah, baik di rumah maupun di sekolah," ucap Kusmanto.

Program edukasi tersebut juga direncanakan diperluas ke 10 kecamatan di Jakarta Timur. Sasaran kegiatan tidak hanya jenjang SMP, tetapi juga SMA, dan kemungkinan sekolah dasar.

Selain edukasi mengenai sampah, kegiatan edukasi juga dapat memberikan informasi kepada siswa dan orang tua mengenai bahaya perundungan (bullying), tawuran, dan penyalahgunaan narkoba.

"Kami juga penting memberikan informasi tentang bullying, bahaya bullying, tawuran, dan narkoba. Ini salah satu agenda penting agar siswa dan orang tua mengetahui bahwa hal tersebut sangat berbahaya apabila terjadi pada siswa atau anak didik," jelas Kusmanto.

Dia juga menyoroti kondisi resapan air di lingkungan SMPN 138 Jakarta. Pihaknya telah meminta Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) membantu melakukan pengerukan lumpur di sekitar area resapan.

Material hasil pengerukan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan (urban farming) di lingkungan sekolah. Upaya ini juga diharapkan dapat meningkatkan fungsi resapan air.

"Kami sudah mintakan kepada SDA untuk membantu mengeruk lumpur yang ada di sekitarnya. Lumpur tersebut bisa diangkat dan dimanfaatkan untuk urban farming. Harapannya nanti sekolah ini tidak banjir," kata Kusmanto.

Sementara itu, Ketua FKKS Kota Jakarta Timur Syamsul Bahri mengatakan, Kecamatan Cakung menjadi lokasi awal pelaksanaan roadshow edukasi sampah yang menggandeng sekolah dan komunitas orang tua murid. Ia.

"Mudah-mudahan roadshow ini akan kita kemas lagi dan kita minta dukungan Pak Wali Kota melalui Pak Wakil sebagai pembina FKKS untuk kecamatan yang belum melakukan roadshow seperti sekarang," kata Syamsul.