Made mengatakan pihak kepolisian mengimbau para korban melaporkan hal tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian juga turun tangan mengumpulkan informasi terkait hal itu.
"Fotonya dijadikan stiker," ujarnya.
Di satu sisi, terduga pelaku yang mengedit foto itu juga melapor ke Polres Jaktim soal dugaan penganiayaan. Dia mengaku dianiaya oleh para korban lantaran ulahnya mengedit foto hingga bermuatan vulgar.
"Adapun sebelumnya korban (penganiayaan) mengedit foto siswi-siswi menjadi foto vulgar, lalu teman-teman siswi-siswi tersebut tidak menerima sehingga melakukan kekerasan fisik terhadap korban. Jadi yang melakukan penganiayaan teman-teman para korban karena kesal sudah mengedit foto para korban," jelasnya.