NADIKABAR.COM — Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) membidik hasil maksimal pada nomor speed setelah empat atletnyaa, masing-masing dua putra dan dua putri, maju ke babak final.

Ketua Umum FPTI Yenny Wahid mengatakan keberhasilan itu menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengejar medali dan sekaligus berharap para atlet mampu mendominasi podium.

"Yang paling penting Indonesia pulang bawa medali. Syukur-syukur keempat-empatnya bawa pulang," kata Yenny di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Jepang, Rabu.

Ia mengatakan FPTI tidak mempersoalkan atlet mana yang berhasil meraih medali, karena yang utam adalah mempersembahkan medali kepada Indonesia.

"Apakah itu Fredric, apakah itu Adit, tidak masalah. Yang paling penting Indonesia pulang bawa medali," kata dia.

Yenny bahkan mengharapkan seluruh atlet Indonesia yang tampil dalam final menyumbangkan medali sehingga podium speed didominasi Indonesia.

"Syukur-syukur masing-masing dapat medali. Jadi podiumnya nanti Indonesia dari sana semua," kata dia.

Menurut Yenny, peluang tersebut terbuka lebar setelah para atlet Indonesia menunjukkan performa solid pada kualifikasi. Selain meloloskan empat atlet ke final, sejumlah atlet juga mencatatkan waktu yang sangat baik.

Bahkan, ia menyebut terdapat atlet yang belum masuk kategori senior tetapi sudah berhasil memecahkan rekor Asian Games.

"Catatan waktunya luar biasa sekali. Bahkan ada atlet-atlet yang mungkin kategorinya belum senior, sudah memecahkan rekor Asian Games," kata Yenny.

Yenny tetap mengingatkan para atlet agar menjaga fokus dan tidak terbebani target medali karena persaingan nomor speed sangat ketat dengan banyak atlet papan atas dunia berasal dari Asia.

"Rasanya ini sudah seperti Olimpiade. Pasti tekanannya secara mental untuk atlet-atlet kita juga sangat tinggi sekali," ujarnya.

Yenny menilai faktor ketenangan akan sangat menentukan karena kesalahan pada awal lomba dapat langsung mengakhiri peluang atlet.

"Kita berkali-kali mengingatkan, tenang saja, karena kalau mereka sampai gugup, bisa-bisa jadi false start. Malah gagal," katanya.

Meski demikian, ia optimistis pada kekuatan Indonesia yang memiliki kombinasi atlet senior dan junior. Ia menyebut regenerasi atlet menjadi salah satu modal penting untuk menjaga prestasi panjat tebing nasional.

"Selain atlet-atlet senior, atlet-atlet juniornya, atlet-atlet barunya, juga menunjukkan kemampuan yang tidak kalah," ujar Yenny.

Ia menyebut Fredric Leonardo yang merupakan peraih medali emas Olimpiade sebagai salah satu atlet yang diharapkan kembali memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Namun, Yenny menegaskan seluruh atlet yang lolos final berpeluang memberikan hasil terbaik.

"Kita berharap bahwa nanti malam, untuk final speed putri, kita bisa mendapatkan medali," kata Yenny.

Keempat atlet yang melaju ke putaran final adalah Aditya Tri Syahria, Veddriq Leonardo, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Berthdigna Devi Surya Kusuma.

Pada babak kualifikasi, Rabu, Aditya berhasil menduduki peringkat pertama sekaligus memecahkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 4,62 detik. Sementara, Veddriq menduduki peringkat lima dengan catatan waktu 4,78 detik.

Adapun rekor Asian Games sebelumnya di Guangzhou, China, dipegang oleh Veddriq Leonardo dengan 4,95 detik.

Pada babak kualifikasi hari sebelumnya, Selasa (29/9) dua atlet putri lolos ke putaran final. Desak Made menduduki peringkat tiga dengan catatan waktu terbaiknya dari empat kali pemanjatan di empat jalur yakni 6,29 detik. Sementara, Berthdigna berada di peringkat lima dengan catatan waktu terbaik 6,49 detik.