Sarmuji pun membagikan pengalamannya saat berkunjung ke Papua Barat. Dia mengaku takjub adaya SMA Muhammadiyah di sana.

"Bahkan kita tahu di daerah-daerah yang tidak ada muslimnya (minoritas muslim), ada lembaga pendidikan Muhammadiyah. Saya pernah mengunjungi wilayah Papua Barat, terutama Bintuni, tahun 2005. Saya harus melakukan delapan jam perjalanan darat. Namun yang membuat saya takjub di sana ada SMA Muhammadiyah," ujar Sarmuji.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR Agung Widiyantoro mengatakan bantuan pendidikan perlu disalurkan dengan tepat. Dia menilai pendidikan semestinya tak hanya dipandang sebagai bantuan sosial, melainkan sebagai hak sekaligus investasi.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof Dr Ma'mun Murod yang memimpin FR PTMA mengatakan politik punya peran penting dalam pembangunan dan perkembangan demokrasi di Indonesia. Dia pun mengingatkan revisi UU Pemilu yang belum dimulai meski pemilu semakin dekat.

Dia mengatakan gagasan revisi UU Pemilu perlu dikaji lebih lanjut secara mendalam dan komprehensif. Hal itu, kata dia, agar menghasilkan pengaturan yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.