Para penyedia layanan ini kemudian berinvestasi dan berlomba dalam menarik minat penonton, salah satunya dengan menyediakan "konten lokal untuk menarik pelanggan."

"Selain itu, konten lokal berkualitas tinggi dapat menjangkau audiens global saat dilisensikan kepada penyedia layanan OCC," tulis Frontier Economics.

Industri konten streaming ini dipandang dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia. Frontier Economics menyebut investasi di bidang OCC dapat mendorong pelatihan dan infrastruktur, meningkatkan permintaan broadband, dan memperkuat reputasi Indonesia secara global.

"Investasi dalam pelatihan atau infrastruktur memberikan dampak positif bagi sektor ini secara keseluruhan, sementara konten yang populer dapat mendorong pariwisata dan meningkatkan reputasi global Indonesia," tulis Frontier.

Bukan hanya itu, Frontier Economics mencatat untuk setiap Rp1 triliun atau setara US$629 juta investasi yang ditanam ke industri OCC di Indonesia, bisa menciptakan sekitar 4.300 lapangan pekerjaan di seluruh sektor perekonomian.

Hanya saja, kata Frontier, "Indonesia bersaing dengan negara-negara lain di kawasan ini untuk menarik investasi di sektor layar, termasuk untuk kegiatan syuting lokasi serta layanan pra-produksi dan pasca-produksi."

"Tekanan global, seperti lonjakan inflasi pascaCOVID, ditambah dengan tantangan pasar domestik, termasuk rendahnya penetrasi pita lebar tetap dan harga paket layanan OCC yang relatif murah (yang sebagian mungkin mencerminkan tingginya tingkat pembajakan video di Indonesia), meningkatkan risiko terkait investasi OCC di Indonesia," tulisnya.