NADIKABAR.COM — Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) melengkapi fasilitas air bersih bagi 11 keluarga terdampak bencana yang akan menempati hunian sementara (huntara) di Desa Gewat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

”Kami berharap bantuan terkait akses air bersih ini dapat menjaga kualitas air agar tetap memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam berbagai kondisi musim, terutama bagi para calon penghuni huntara,” ujar Ketua Tim FTUI Sucipta Laksono dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan bahwa penyediaan akses air bersih menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar calon penghuni huntara, mengingat sumber mata air selama ini berada cukup jauh dari kawasan hunian.

Tim FTUI melakukan survei untuk mengidentifikasi sumber air berdasarkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Sumber air pegunungan yang digunakan masyarakat setempat selama ini mengalami peningkatan kekeruhan pada musim hujan.

Tim kemudian merancang jaringan distribusi sepanjang sekitar 1,5 kilometer melalui perhitungan hidraulis, pemetaan, dan simulasi aliran. Sistem dirancang memanfaatkan energi gravitasi sehingga tidak bergantung pada pompa listrik.

Air diolah melalui unit filtrasi menggunakan media karbon aktif dan iron removal filter untuk mengurangi pencemar, khususnya kandungan logam. Instalasi tersebut memiliki kapasitas produksi 1.500 liter per jam.

Setelah pembangunan jaringan selesai, tim melaksanakan commissioning untuk menguji kinerja sistem dan memastikan air mengalir ke seluruh unit huntara.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan Kepala Desa Gewat dan masyarakat setempat melalui gotong royong.

FTUI berharap fasilitas tersebut dapat meningkatkan kelayakan hunian serta mendukung kebutuhan higiene dan sanitasi 11 keluarga penyintas bencana.