NADIKABAR.COM — GAC mengumumkan rencana untuk mengakuisisi 50 persen saham ekuitas dalam perusahaan patungan (JV) FAW Toyota, menggantikan FAW, untuk menyederhanakan operasional merek tersebut di China.
Laman Carnewschina, Selasa (29/9) waktu setempat melaporkan, pejabat GAC menyampaikan bahwa perusahaan tersebut berniat mengakuisisi 50 persen saham di FAW Toyota, menyusul laporan sebelumnya mengenai konsolidasi GAC dan FAW. Saham yang diincar GAC saat ini dimiliki oleh China FAW Group Corporation.
Artinya, GAC akan menggantikan FAW dalam JV FAW Toyota. Sebagai informasi, GAC juga menjalankan perusahaan patungan GAC Toyota di China.
FAW Toyota merupakan perusahaan patungan antara Toyota dan China FAW Group yang menjalankan bisnis Toyota di China, sementara GAC juga memiliki perusahaan patungan dengan Toyota melalui GAC Toyota.
Selama ini, FAW Toyota dan GAC Toyota beroperasi di wilayah yang berbeda di China. Namun, jajaran model yang mereka tawarkan tampaknya saling tumpang tindih, misalnya terdapat banyak model kembar dengan merek Toyota di Negeri Tirai Bambu tersebut.
Salah satu contoh yang paling representatif adalah FAW Toyota RAV4 dan GAC Toyota Wildlander.
Menurut China EV DataTracker, GAC Toyota mengirimkan 446.591 unit kendaraan pada Januari hingga Agustus 2026, turun 10 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Sementara itu, JV FAW Toyota mengirimkan 378.872 unit pada periode yang sama, dengan penjualan turun 26,6 persen YoY.
Penurunan tersebut disebabkan oleh menyusutnya pangsa pasar mobil berbahan bakar bensin di China. Sebagai hasilnya, Toyota memutuskan untuk mengubah strateginya dengan menyederhanakan operasional serta mengoordinasikan kegiatan riset dan pengembangan (R&D), rantai pasok, dan pemasaran.
Dalam dokumen yang disampaikan GAC, disebutkan bahwa proyek ini bertujuan untuk memperdalam kerja sama strategis antara FAW dan GAC.
Meskipun tidak lagi menjadi bagian dari perusahaan patungan tersebut, FAW akan menjadi pemegang saham terbesar kedua GAC.
Sebelumnya, sejumlah pejabat tinggi China mengatakan bahwa konsolidasi industri otomotif tidak dapat dihindari seiring dengan semakin ketatnya persaingan dan perubahan permintaan pasar.
Perlu dicatat bahwa Toyota berencana memproduksi sekitar 200.000 kendaraan listrik dengan range extender (EREV) di China pada 2027, sebagai bagian dari upaya agresif untuk memperluas segmen kendaraan energi baru (NEV).