Nasional
HALAMAN 3 DARI 3
Gaduh soal Mindfulness, Dokter Jiwa Ingatkan Biar Nggak Jadi Toxic Positivity
Perbincangan mengenai narasi mindfulness yang disuarakan di tengah situasi bencana menuai sorotan. Psikiater RS Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor, Lahargo Kembaren, mengingatkan agar serua
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Selasa, 15 September 2026 pukul 04:03 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Ia menyebutkan pembeda mendasar tim redaksi kedua konsep tersebut terletak pada bagaimana respons terhadap emosi yang hadir saat menghadapi bencana.
"Dan mungkin pembeda paling sederhana tim redaksi mindfulness dan toxic positivity adalah, mindfulness memberi ruang pada emosi, toxic positivity menyuruh emosi segera pergi. Mindfulness bukan memalingkan wajah dari realitas. Mindfulness membantu kita menghadapi realitas tanpa kehilangan diri sendiri," pungkas dr Lahargo.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.