NADIKABAR.COM — Novela Putria dan Beatrice Gumulya gagal ke final Asian Games 2026. Namun, kekalahan itu tak mengikis motivasi mereka untuk tetap fokus pada perebutan medali perunggu.

Bertanding di Nagoya City Higashi Sports Center, Jumat (2/10/2016), Novela dan Beatrice takluk dari wakil tuan rumah Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto.

Mereka kalah dalam dua set langsung 0-2 di babak semifinal nomor women's pairs.Kekalahan ini membuat padel gagal menciptakan all Indonesian final.

Seusai bertanding, Novela dan Beatrice mengaku sempat frustasi dengan permainan lawan.Mereka kesulitan menembus dan harus berakhir dengan kekalahan.

"Memang kadang-kadang lawan main lebih bagus dari kami. Bikin kami akhirnya sedikit jujur saja ada frustrasi juga di awal-awal," ujar Beatrice selepas laga.

"Tapi kami tetap berjuang sampai akhir, berusaha cari jalan gimana caranya bisa dapetin poin," lanjutnya.

Senada dengan sang partner, Novela mengakui betapa beratnya laga yang menuntut stamina dan ketahanan mental luar biasa tersebut.

Pertukaran pukulan hingga puluhan kali dalam satu poin menuntut dedikasi fisik dan pikiran yang tak main-main. Belum lagi gemuruh publik tuan rumah yang kian membakar semangat lawan."Ya mereka main di kandang sendiri jadi ngerasa lebih bebas," ungkap Novela.

Setelah laga ini, keduanya mengalihkan konsentrasi pada laga berikutnya. Bagi Novela dan Beatrice, perjuangan belum selesai. Keduanya menegakkan kepala untuk menatap laga perebutan medali perunggu besok saat melawan wakil Filipina, Danna Abad/Josea Malazarte.

"Apapun itu, aku sudah bangga ada di sini, bangga sama Kak Bea (Beatrice) juga. Kami sudah main dengan maksimal, tapi hasil belum yang diharapkan," tuturnya.

"Kami bakal fokus buat perebutan perunggu. Pokoknya kami enggak mau lepas lagi," jelas Novela.

Sementara, Wamenpora Taufik Hidayat yang menyaksikan langsung tetap mengapresiasi perjuangan Novela/Beatrice.

"Tetap semangat, besok kembali lebih kuat dan semoga bisa berhasil," pungkas Wamenpora Taufik.