Abraham menyatakan, galeri tersebut dirancang sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat tentang dunia balap motor tanpa harus membeli tiket masuk sirkuit alias gratis.

Tempat itu pada awalnya direncanakan beroperasi setiap hari, meskipun dalam pelaksanaannya sempat menghadapi sejumlah kendala yang menyebabkan galeri tidak selalu dibuka. Saat ini, pengelola mulai mengupayakan operasional rutin setiap hari agar pengunjung dapat menikmati fasilitas tersebut.

Dia menambahkan, menjelang rangkaian MotoGP Indonesia 2026, jumlah pengunjung galeri mencapai ratusan orang dan mulai ramai pada pagi hari sejak dua hari terakhir.

Selain galeri Pertamina, dia menambahkan, terdapat ruangan lain yang dikelola Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).