Ia mengemukakan bahwa Festival Gandrung Sewu Banyuwangi telah menempuh perjalanan cukup panjang, sejak pertama kali digelar pada 2012.

Agenda tahunan ini, lanjut Ipuk, bermula dari keinginan mengangkat sejarah tari gandrung, festival tari kolosal ini terus berkembang menjadi panggung kebanggaan Banyuwangi yang merawat tradisi, sekaligus menghadirkan cerita baru setiap tahunnya.

"Selama lebih dari satu dekade, ribuan penari Gandrung telah tampil bersama di kawasan Pantai Marina Boom, dengan latar Selat Bali. Setiap pergelaran membawa tema berbeda, mengangkat kekayaan sejarah, adat, perjuangan, hingga keberagaman budaya yang hidup di Banyuwangi," katanya.

Ipuk menjelaskan, Gandrung Sewu sendiri berakar pada tari gandrung, kesenian khas Banyuwangi yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Osing.