NADIKABAR.COM — Lebih dari 2,6 juta warga Kuba kesulitan mengakses air bersih akibat gangguan pasokan air perpipaan, demikian diungkap seorang pejabat sumber daya air pada Rabu (4/11) waktu setempat.

"Hingga Selasa (3/11), sebanyak 2.681.770 penduduk terdampak gangguan jaringan air perpipaan," kata Presiden Institut Sumber Daya Hidrolik Nasional Kuba Antonio Rodriguez dalam program radio yang dipandu Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel dan disiarkan radio negara Radio Rebelde di Havana.

Sebanyak 25 persen dari gangguan tersebut disebabkan oleh masalah pada peralatan pemompaan air, katanya.