Menurut Diaz-Canel, masalah tersebut berasal dari infrastruktur yang sudah tua dan pemeliharaan yang tidak memadai, yang belum ditangani dalam skala yang diperlukan, serta krisis energi yang membatasi ketersediaan bahan bakar untuk memompa air dan menghasilkan listrik.

Diaz-Canel juga menyebut embargo perdagangan AS sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap krisis tersebut.

Pemerintah Kuba bermaksud mengembangkan sebuah program komprehensif untuk memulihkan infrastruktur jaringan dan sistem pemompaan, guna memastikan pasokan air menjadi tidak terlalu bergantung pada tenaga listrik.