NADIKABAR.COM — Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Banyuwangi, Jawa Timur, menilai penguatan fasilitas dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk sebagai bagian dari upaya meningkatkan kelancaran layanan penyeberangan dan mengurai antrean kendaraan yang masih terjadi.Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi Nurjatim mengatakan, ketersediaan armada kapal yang cukup perlu didukung dengan kapasitas dan kemampuan dermaga yang memadai. Menurutnya, sinergi antara kesiapan armada dan fasilitas kepelabuhanan menjadi salah satu faktor penting untuk mengoptimalkan pelayanan penyeberangan di Selat Bali.

"Di tengah antrean kendaraan yang mencapai 9-17 kilometer, optimalisasi seluruh armada yang tersedia menjadi penting. Saat ini, dengan adanya perbaikan dermaga MB 2 Gilimanuk, sekitar 23 kapal atau 40 persen dari total 58 kapal yang dapat beroperasi. Karena itu, penguatan kapasitas dermaga perlu menjadi bagian dari solusi bersama," katanya di Banyuwangi, Senin.

Nurjatim menambahkan Gapasdap telah menyediakan armada untuk mendukung pelayanan penyeberangan. Namun, pemanfaatan armada tersebut akan semakin optimal apabila didukung fasilitas kepelabuhanan yang mampu melayani kapal sesuai kapasitas dan karakteristiknya.

"Penambahan dan peningkatan kapasitas dermaga dapat membuka ruang operasi yang lebih besar bagi armada yang sudah tersedia, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan," ujarnya.

Selain kapasitas tempat sandar, kata Nurjatim, peningkatan fasilitas juga perlu memperhatikan kemampuan dermaga dalam melayani kendaraan angkutan barang dengan bobot sekitar 30-50 ton. Menurut dia, aspek tersebut penting agar seluruh rangkaian proses bongkar muat dapat berjalan secara aman dan efisien.