Pada koridor Jawa Timur, KA Probowangi dari Surabaya Gubeng menuju Ketapang mengalami pengurangan waktu tempuh 12 menit. Kereta api ini melayani pergerakan masyarakat dari Surabaya menuju kawasan Tapal Kuda hingga Banyuwangi, termasuk perjalanan menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kawasan wisata.
Penyesuaian berikutnya terdapat pada KA Cikuray dari Pasar Senen menuju Garut, yang waktu tempuhnya berkurang 7 menit, serta KA Bengawan dari Purwosari menuju Pasar Senen yang menjadi 4 menit lebih singkat. Sementara itu, KA Tawang Alun dari Ketapang melalui Bangil menuju Malang Kota Lama mengalami pengurangan waktu tempuh 1 menit.
Anne menegaskan bahwa setiap pengurangan waktu tempuh berlaku sesuai arah dan nomor perjalanan yang tercantum dalam GAPEKA 2026. Penyesuaian dilakukan melalui evaluasi jadwal, pola persilangan dan penyusulan kereta api, pengaturan pemberhentian, serta kondisi sarana dan prasarana di masing-masing lintas.
“Penyesuaian dilakukan secara terukur berdasarkan karakteristik operasional setiap perjalanan. Ada relasi yang pengurangan waktu tempuhnya mencapai 92 menit, sementara perjalanan lainnya memiliki perubahan yang berbeda. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam seluruh pengaturan jadwal,” kata Anne.
Besarnya penggunaan layanan PSO menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan tersebut. Sepanjang Januari–Oktober 2026, KA Airlangga telah melayani 1.102.509 pelanggan, KA Serayu 1.047.130 pelanggan, dan KA Kahuripan 681.208 pelanggan. Ketiga layanan tersebut secara keseluruhan telah melayani 2.830.847 pelanggan dalam sepuluh bulan pertama tahun ini.
Pada periode yang sama, KA Bengawan melayani 666.106 pelanggan, KA Probowangi 597.015 pelanggan, dan KA Cikuray 477.310 pelanggan. Dengan demikian, enam layanan PSO tersebut telah melayani 4.571.278 pelanggan sepanjang Januari–Oktober 2026.
“Lebih dari 4,57 juta pelanggan menggunakan keenam layanan tersebut selama Januari hingga Oktober 2026. Besarnya volume ini menjadi alasan penting bagi KAI untuk terus mengevaluasi kualitas perjalanan. Melalui GAPEKA 2026, peningkatan pelayanan diarahkan pada hal-hal yang dapat dirasakan pelanggan, termasuk pengurangan waktu tempuh dan penataan jadwal yang lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas,” ujar Anne.