Pengembangan pelayanan publik melalui GAPEKA 2026 juga dilakukan di Sumatra. Kapasitas KA antarkota meningkat dari 17.204 menjadi 17.648 tempat duduk, atau bertambah 444 tempat duduk. Sementara itu, kapasitas KA perkotaan meningkat dari 18.432 menjadi 20.176 tempat duduk, bertambah 1.744 tempat duduk dibandingkan GAPEKA sebelumnya.

Pengembangan kapasitas ini melengkapi penataan layanan kereta api di Sumatra, termasuk pada wilayah pelayanan yang dilalui KA Putri Deli, Bukit Serelo, Ekspres Rajabasa, dan Kuala Stabas. Masing-masing layanan memiliki peran dalam menghubungkan pusat permukiman, kegiatan perdagangan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat antardaerah.

Anne menjelaskan bahwa penyelenggaraan PSO melalui dukungan pemerintah memberikan akses kepada masyarakat untuk menggunakan kereta api dengan tarif yang terjangkau. Sejalan dengan itu, KAI melaksanakan evaluasi operasional untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diterima pelanggan.

β€œSubsidi pemerintah melalui PSO membantu menjaga keterjangkauan tarif kereta api. KAI mengelola layanan tersebut dengan terus melakukan penyesuaian jadwal, peningkatan kapasitas, dan optimalisasi waktu perjalanan. Dengan demikian, manfaat pelayanan publik dapat dilihat dari akses transportasi yang tersedia serta peningkatan kualitas perjalanan yang diterima masyarakat,” ujar Anne.

Secara keseluruhan, GAPEKA 2026 mencatat 74 perjalanan KA antarkota dengan waktu tempuh lebih singkat dibandingkan GAPEKA sebelumnya. Angka tersebut mencakup berbagai layanan kereta api antarkota, termasuk sejumlah perjalanan PSO, dengan besaran pengurangan waktu yang berbeda pada setiap relasi.

KAI mengimbau pelanggan untuk memperhatikan kembali jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal informasi resmi perusahaan menjelang pemberlakuan GAPEKA 2026 pada 1 Desember 2026.

β€œMelalui penataan perjalanan ini, KAI ingin memastikan dukungan pemerintah pada layanan PSO memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat. Waktu perjalanan yang lebih singkat pada sejumlah relasi dan kapasitas yang terus dikembangkan menjadi bagian dari peningkatan pelayanan transportasi publik yang dapat diakses masyarakat,” tutup Anne.