Selain peningkatan kapasitas dan frekuensi, GAPEKA 2026 membuka akses perjalanan melalui tambahan pemberhentian pada 84 perjalanan KA. Penambahan tersebut memungkinkan masyarakat menggunakan layanan kereta api antarkota dari lebih banyak stasiun, termasuk wilayah yang memiliki potensi perjalanan keluarga, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.
Salah satu layanan yang mendapatkan tambahan pemberhentian terbanyak adalah KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang pergi pulang, yakni enam stasiun pada masing-masing arah perjalanan.
Pada arah Bandung menuju Ketapang, tambahan pemberhentian meliputi Stasiun Cibatu, Rajapolah, Kebumen, Tanggul, Kalisetail, dan Rogojampi. Sementara itu, pada arah Ketapang menuju Bandung, tambahan pemberhentian meliputi Rogojampi, Kalisetail, Tanggul, Kebumen, Rajapolah, dan Klakah.
Penambahan akses tersebut menjadi relevan dengan tingginya pemanfaatan KA Sangkuriang yang telah melayani 330.186 pelanggan sepanjang Mei–September 2026. Pada Juli–September 2026, layanan ini mencatat rata-rata okupansi dinamis sebesar 240,53 persen.
“Tambahan pemberhentian KA Sangkuriang membuka lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat di sepanjang lintas Bandung hingga Banyuwangi. Kami berharap kemudahan akses ini turut mendukung pergerakan masyarakat menuju kawasan wisata, pusat kegiatan ekonomi, dan daerah asal keluarga,” kata Anne.
Penyesuaian serupa juga dilakukan pada sejumlah layanan lain. KA Manahan mendapatkan tambahan pemberhentian antara lain di Bekasi, Gombong, dan Wates. KA Parahyangan memperoleh tambahan pemberhentian di Plered, Cikarang, Karawang, dan Cikampek, sedangkan KA Kaligung mendapatkan tambahan pemberhentian di Kaliwungu, Comal, dan Plabuan pada perjalanan tertentu.
GAPEKA 2026 juga menghadirkan penyesuaian waktu tempuh pada sejumlah relasi. Berdasarkan perbandingan dengan GAPEKA 2025, sebanyak 74 perjalanan KA antarkota memiliki waktu tempuh lebih singkat.