NADIKABAR.COM — PT Garuda Yamato Steel (GYS) memperkuat pasokan baja profile dan baju struktural untuk memenuhi kebutuhan sektor konstruksi dan pembangunan infrastruktur nasional melalui fasilitas produksi terintegrasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Presiden Direktur PT Garuda Yamato Steel Tony Taniwan mengatakan perusahaan terus mengembangkan produk baja struktural, termasuk baja tahan gempa, guna mendukung pembangunan gedung dan infrastruktur yang lebih aman.

Pengembangan tersebut diwujudkan melalui produk H-Beam dan Wide Flange dengan spesifikasi seismic grade yang dipasarkan dengan nama GYS Tahan Gempa Plus.

Menurut Tony, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan material konstruksi yang mengutamakan keselamatan manusia.

GYS Tahan Gempa Plus menggunakan baja seismic grade SN490B yang memiliki karakteristik mekanis untuk mendukung perencanaan struktur bangunan di wilayah rawan gempa.

Meski demikian, perusahaan menekankan bahwa ketahanan bangunan terhadap gempa tidak hanya ditentukan oleh kualitas material, tetapi juga desain struktur, kekuatan sambungan, pengelasan, fabrikasi, serta pengawasan selama proses konstruksi.

Dalam mendukung kebutuhan industri konstruksi, GYS memiliki kapasitas produksi baja mencapai 1,2 juta ton per tahun dengan kapasitas pengerolan sekitar 900 ribu ton per tahun.

Perusahaan yang berdiri pada 2024 tersebut merupakan hasil kolaborasi Yamato Kogyo Co., Ltd., Siam Yamato Steel Co., Ltd., PT Hanwa Indonesia, dan PT Gunung Raja Paksi Tbk.

Adapun produk yang dihasilkan mencakup H-Beam, IWF, U Channel, dan Equal Angle yang digunakan untuk pembangunan pabrik, gedung, gudang, fasilitas industri, jembatan, serta berbagai proyek infrastruktur.

Selain memperkuat kapasitas produksi, GYS mengoperasikan Steel Service Center yang menyediakan layanan pemrosesan baja, antara lain CNC sawing, CNC drilling, cutting, dan straightening.

Fasilitas tersebut juga menyediakan layanan pemotongan baja sesuai kebutuhan proyek (cut-to-length) di luar ukuran standar 6, 9, dan 12 meter.

Layanan itu ditujukan untuk membantu kontraktor dan perusahaan fabrikasi meningkatkan efisiensi penggunaan material sekaligus mengurangi limbah produksi.

GYS juga memanfaatkan teknologi peleburan Electric Arc Furnace (EAF) dalam proses produksinya untuk mendukung penyediaan baja dengan spesifikasi, ukuran, dan kualitas sesuai kebutuhan industri.

Melalui penguatan fasilitas produksi dan layanan pemrosesan tersebut, GYS menargetkan peningkatan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan baja struktural, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.